Dau Desain
Desain Rumah Tropis PDF Print E-mail

Indonesia merupakan negara yang dilalui garis khatulistiwa, sehingga memiliki iklim tropis dengan sinar matahari yang melimpah dan curah hujan yang sepanjang tahun. Oleh karena itu, ada 3 hal penting yang harus Anda perhatikan dalam perencanaan (desain) rumah di negara yang beriklim tropis ini, yaitu :

1. Iklim Tropis memiliki Suhu yang Tinggi

Melimpahnya sinar matahari di negara beriklim tropis menyebabkan suhu yang tinggi (panas). Maka dalam mendesain rumah tropis, kita harus memaksimalkan bukaan yang lebar, baik bukaan pintu maupun jendela. Dengan perletakkan bukaan pada sisi ruangan yang berbeda dan disesuaikan dengan arah datangnya angin. Apabila posisi bukaan terlanjur tidak sesuai dengan arah datangnya angin, gunakan tanaman yang cukup tinggi sebagai pembelok angin. Letakkan tanaman secara tepat agar aliran udara tidak terhambat, agar proses sirkulasi udara dalam ruangan dapat mengalir dengan baik (cross ventilation).

Selain memaksimalkan bukaan yang lebar, buatlah plafon yang tinggi sekitar tiga meter.  Hal ini ditujukan agar volume ruang besar dan udara pun mengalir dengan lancar. Jarak antara lantai dan plafon akan membuat udara bebas bergerak pada ruang kosong. Cara ini kerap digunakan untuk menyiasati rumah dengan lahan terbatas agar membantu memberi efek ruangan menjadi lebih lapang. Penggunaan plafond atau plat beton pada rumah berlantai 2 memungkinkan udara ditahan antara plafond an atap, sehingga ruang dibawahnya lebih sejuk. Aluminium foil juga baik untuk melindungi rumah dari panas berlebih.

2. Iklim Tropis memiliki Curah Hujan yang Tinggi

Negara yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia, memiliki perbedaan iklim yang cukup ekstrim. musim kemarau yang panas dan kering, serta musim hujan yang basah dengan curah hujan yang tinggi. Ketika musim hujan pastikan bahwa sudut kemiringan atap cukup untuk mengalirkan air dengan cepat. Untuk wilayah tropis kita bisa mendesain kemiringan atap dengan sudut antara 30 sd 45 derajat. Awning diatas jendela melindungi pancaran sinar matahari langsung dan paparan air hujan. Perhatikan susunan atau sambungan elemen penutup atap, Jika anda menggunakan genteng pastikan koneksi antar genteng cukup baik agar air tidak merembes melalui celahnya. Jika anda menggunakan atap logam seperti seng , pastikan paku atau screw nya dilapisi karet agar air tidak merembes. Anda juga bisa menggunakan aluminium foil diantara rangka kaso dan atap agar terhindar dari panas berlebih dan rembesan air hujan.

3. Iklim Tropis memiliki Kelembapan yang Tinggi

Kelembaban yang tinggi meningkatkan resiko bangunan terhadap bahaya jamur dan rayap . Kelembaban ini dapat diatasi dengan sinar matahari yang cukup. Jangan terlalu banyak paparan sinar matahari karena menyebabkan suhu didalam ruangan meningkat, tapi juga cukup untuk mengatasi lembab dan membunuh jamur. Pada wilayah yang masih tradisional kita mungkin tau bahwa masyarakat membuka jendela lebar-lebar pada pagi hari sampai menjelang tengah hari. Mengeluarkan kasur dan menjemurnya untuk membersihkan jamur dan kutu. Seperti itulah seharusnya rumah tropis, pastikan cukup pasokan udara dan sinar matahari. Pastikan semua ruangan mendapat sinar matahari, untuk kamar mandi gunakan bovenlicht dan kisi-kisi angin. Jika rumah anda couple, gunakan blower untuk sirkulasi udara dan buat main hole dan skylight untuk menyerap sinar matahari. Begitu juga dengan dapur, jaga agar tetap segar. Gunakan exhauster untuk menghisap asap dan berikan jendela didindingnya agar cukup cahaya matahari. Ingat, dapur adalah area yang berpotensi sangat besar dihuni oleh bakteri dan jamur.

Share
 

Banner